Author Archives: iBarz

Kritik versi saya

“Males belajar? mati aja loe!!”

Hahaha…   Mungkin buat anak anak setipe saya(tipe GW300), kata kata yang kaya gitu udah sama sekali sudah nggak menghujam jantung. Kiranya, mungkin saya sudah kebal sama yang namanya hujatan (bahkan mungkin cukup ahli dalam counter attacknya)
remidi-pun, sudah nggak mengecewakan hati. Mungkin itu memang mukjizat yang diberikan Allah swt. buat tipe tipe seperti saya ini (item, dekil, garing dsb.) atau mungkin adalah hasil dari aksi-reaksi yang selama ini saya alami sejak sekecil melon sampe segede cabe rawit (jadi kurus ceritanya).

gimana nggak, bayangin! bayangin! gimana coba kalo gitu! benar benar gak bisa dimaafkan bukan!? bukankah yang seperti itu nggak adil!!?

(buat yang terheran-heran, jangan scroll keatas. memang belum saya tulis kok :P)

Jadi, waktu itu kan, saya kan, pas kelas 4 kan, ulangan tuh…  terus terus…  terus     pritt! prit!  terus! kosong pak terus! ini ongkos parkirnya pak..    ya makasih pak..   tapi ongkosnya 3000, sepeda bapak kan rodanya 3 ?   -__- (maaf jadi meluber kemana mana)

jadi gitu kronologisnya..  (sekarang bisa scroll   ke bagian yang “gimana nggak” tadi)
Tapi sebenernya, saya sendiri merasa kalau saya tidak bisa disalahkan dalam kegagalan saya ini. Menurut saya pendidikan di Indonesia ini terlalu formal (ato apalah bilangnya) menurutku semuanya terlalu dipaksakan. Kalo salah, ya udah salah. kalo bener, ya nggak mungkin. tadi udah salah kok! kalo nggak bisa disalahkan ato dibenarkan, hiih..  ngeyel bener sih -__-‘
Saya pikir inilah sebabnya Indonesia nggak benar benar merdeka. Hanya sedikit sekali inovasi yang bisa muncul (murni dari tangan2 Indonesia) karena kita selalu dipaksa untuk jalan di satu jalur sempit. kalo keluar dari jalur, ditilang (mana nggak punya SIM lagi).  ibaratnya kita (pemuda pemudi) ini adalah ribuan kelereng diameter 2cm yang di gulirkan di dalam selang diameter 3,8 sentimeter. Memang sih bisa lewat, tapi cuman satu kelereng. kalo mau dua pasti satu ato keduanya ada yang retak (menunjukkan hasil yang nggak sempurna)
dan saya yakin untuk menghasilkan pemuda yang sedemikian berbakatnya (dalam jumlah banyak) akan butuh waktu yang lama. Butuh beberapa generasi.

Contohnya adalah pak Habibie yang nggak (kurang) dihargai karyanya. akhirnya dia direkrut oleh perusahaan luar dan memakmurkan orang luar. Dan Sri Mulyani yang di persilahkan dengan entengnya untuk melenggang membela dunia. padahal Indonesia bahkan masih lebih butuh daripada dunia. dan mungkin juga ada beberapa anggota DPR yang jenius namun sayang mereka tertutup oleh anggota lain yang gayus (korupsi) sehingga ikut terseret dampaknya. bukankah sia sia? ha!?  *geleng geleng

Dan juga, guru SMA saya pernah berkata tentang Plato ato Aristotle yang dengan berani menentang sistem kerajaan zaman dahulu kemudian membawa masa kejayaan bagi bangsanya. Dan juga tentang Amerika yang berani “menyimpang” dan akhirnya menjadi negara adidas (adidaya maksudnya)

heran, apa cuma saya yang berpikir seperti ini, (ato mungkin saya yang telat) sudah seharusnya indonesia masuk ke era baru. era dimana semua rakyatnya sadar akan kebersamaan, terus gak ada nyontek antar teman, terus hilangkan penilaian subyektif dan juga obyektif. kita tidak seharusnya berpikir se kaku itu. pikirnkan saja sebab dan akibat dari pemikiran itu. mungkin jawaban salah dari anak anak yang remidi adalah sebuah jalan pikiran baru dan sebuah terobosan menuju sesuatu yang lebih baik!

manusia bukan makhluk exact. mereka adalah abstrak!

Masks of Lie

This heart is beating fast…
You know what you’ve done?
I still didn’t know why it never last…
I’m cryin’ here, tears from my backbones…

I always helps you out…
Falling down to raise you up…
But now what have I got??
Don’t answer it, Just Shut up!

You scream on my face…
Says that you’re surpassing me…
But your heart say it just a lies…
You know that you wanted to flee…

I just want to says…
All thing on my brain…
All rationalities…
Just kidding, never mind…

You hurt me don’t you know?
I’m cryin’ behind my smiles…
Some water on my eyes flow…
I named it sacred tears…

Another day has begin…
But that tears never going to end…
Say out and chat in the pidgin…
Say to all that I’m always feel fun…

They look me as…
Another funny guy…
Twinkle from their teeth flashs…
They laughing but I’m cry….

It hurt me…
Make me cry…
It stab me…
Make me feels like I die…
It drain me…
At your own lie…
It throw me…
I won’t come back I will Fly….

My tears flowing down…
wanna kill, leave it and just say okay…
Keep my face just like another clown…
wanna say, THERE SOMETHING CRUMBLING BEHIND THESE MASKS OF LIE…

Bosan Chatting Dengan Teman? Say, Omegle!

Punya temen banyak? Nggak bosen-bosen chatting dengan mereka tiap hari?  kalo iya…

Oke! Anda minggir! Kenapa?

Karena thread sebenarnya ditujukan buat yang bosen-bosen dan nggak puas sama hasil chat dengan temen-temen yang dikenal.

Ya, mungkin nggak terlalu menarik sih taufiq, eh topik ini buat anda. Tapi buat saya yang punya temen sedikit di Facebook dan Y!M (suer! Sedikit bener), ngobrol sama orang yang begituan aja rasanya nggak puas. Oleh karena itu saya mencari alternatif lain. Dan akhirnya saya temukan juga!

Jeng Jeng Jeng!!!

Omegle

Oh My God! Its Omegle!

Ya! Omegle itu, adalah semacam Y!M atau Facebook Chat tapi lebih seru!!  Mengapa? Karena partner chatting kita ditentukan secara rendem (random) dari sononya maksudnya servernya.  Let’s talk to stranger!

Nah, Kerennya lagi, dengan Omegle kita bisa bicara, curhat tanpa perlu menutup-nutupi apapun dari partner kita. Karena kita join secara anonymously alias tidak diketahui. Tak ada informasi pribadi anda yang akan di share kecuali dengan kemauan dan persetujuan anda. Anda bosnya disini! (tapi nggak bisa merintah-merintah..  -.-)

Dan mungkin jika ada dari anda yang mau mencoba, anda bisa bookmark blog saya, dan lalu visit deh http://www.omegle.com .

Dan emm..  ada beberapa aturan dasar di omegle. Sebenarnya bukan aturan, tapi kebudayaan (Perilaku yang tertanam dan menjadi kebiasaan) omegle. Seperti jika anda di tanyai “ASL?” nah, jangan menjawab “wa alaikumussalam”. Karena “ASL” maksudnya “Age,Sex, dan Location” (Dulu saya diketawain gara gara njawab waalaikum salam -.-“). Dan waktu ditanya “m/f”, itu maksudnya male or female alias jenis kelamin. Oke, mungkin itu ajah tips dasar dari saya…

Silahkan mencoba, Tapi Hati-hati ya!

Teman Omegle saya berkata pada saya, “Anonymity is everything here”

Artinya? Check it Out by Yourself!!

Barz Say Bye…